Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Mei 2019

Tugas 6: Makanan Halal dan Baik Menu Sahur dan Buka Puasa



 
“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah ke-pada-Nya.” (Q.S. An-Nahl ayat 114).
Berdasarkan ayat tersebut mengkonsumsi makanan yang halal dan baik merupakan perintah, karena setiap makanan yang masuk kedalam tubuh kita akan menjadi energi sebagai modal kekuatan mampunya setiap diri bergerak. Bila yang masuk kedalam tubuh kita makanan atau minuman yang tidak halal mungkin saja kita akan sama kuatnya dengan yang lainnya tetapi lambat laun kekutan kita akan mendorong kepada sesuatu yang kurang baik, kalaupun masih dapat mengendalikan bisa saja Allah swt menguji kita dengan membersihkan dengan cara sakit atau ujian lainnya. Hal ini tidak kita sadari bahwa salah satu penyebabnya adalah memankan makanan yang tidak halal. Terlebih apabila makanan yang kita konsumsi itu tidak baik baik menurut syar’I maupun menurut kesehatan. Bisa jadi akan membuat tubuh kita semakin rapuh dihadapan Allah swt.
Momen ramadhan adalah kesempatan kita membersihkan diri sekaligus mendekatkan diri kepada Allah swt, alangkah meruginya kita apabila pada bulan yang dinanti ini mengotori tubuh kita dengan makan minuman yang tidak halal dan tidak baik.
Adapun makanan yang halal dan baik ketika kita konsumsi pada saat sahur maupun buka ada dua hal yang perlu kita perhatikan. Pertama, halal dan baik cara memperolehnya. Hal ini menysaratkan kita untuk berupaya ikhtiar yang halal sehingga memperoleh sesuatu yang baik, misalnya berprofesi menjadi guru di sekolah, menjadi ustadz di masjid atau di mushola, menjadi pekerja bangunan, petani, nelayan atau profesi lain yang dapat dilakukan atau mungkin mejadi youtuber atau vloger. Kedua, Halal dan baik dzat dari makanan itu, misalnya kita makan sahur ada nasi, air, kurma dan lain lain. tetapi semua itu kita peroleh dari mencuri maka niscaya ibadah kita akan diterima Allah swt sebagai amalan sholeh. Terlebih bila kita makan atau minum pada saat buka mengkonsumsi yang diharamkan Allah swt.
Makanan minuman yang kita konsumsi halalpun terkadang bila kita kurang selektif dalam menentukannya dapat menyebabkan sakit misalnya buka diawali dengan minum es, pedas berlebih, makanan fastfood, sebaiknya kita hindari supaya dapat menjalankan ibadah puasa dengan badan tetap sehat dan bugar. tips lain yang bisa dijadikan referensi bisa lihat halaman berikut

TUGAS 6 : Keutamaan Bulan Ramadhan


Senin, 6 Mei 2019 adalah hari mulainya puasa Ramadhan 1440 H. seiring bergulirnya waktu warna warni menghiasi ramadhan sungguh luar biasa, ada yang berharap THR, ada yang berharap tunjangan profesi guru cair dan lain lain. tapi bersamaan dengan harapan harapan itu pasar pasar sudah mulai ramai dipenuhi para pencari baju lebaran, penjual kue, menawarkan jilab, pakaian kebutuhan lebaran lainnya, ini tidak hanya di  toko, meja kerja bisa jadi lapak lapak baru untuk menawarkan barang kebutuhan lebaran dan itu tidak hanya terasa tapi nyata. Yaa begitulah bulan yang didalamnya penuh berkah. Ini di sekolah kami lhoo
Sisi lain, semangat ibadahpun tidak ketinggalan ibu bapak guru ketika jam kosong atau tidak bertugas di kelas senantiasa mengisi sepinya masjid Manarul Ilmi SMPN 1 Sukodono untuk sholat dhuha lalu tadarus pribadi beberapa saat lalu dilanjut melaksanakan tugas utama, ya melepas lelah dengan rihlah ibadah. Begitu pula siswa berbondong bondong ke masjid sekolah untuk ibadah sholat sunah dhuha.
Sudah menjadi tradisi di bulan suci ramadhan pulang lebih awal adalah anugerah tersendiri dibanding pulang kerja hari efektif biasa namun yang berbeda kali ini adalah tidak bisa pulang sebelum waktu yang ditentukan karena diakhir kegiatan perlu absen dengan selfy sebagai tanda mengakhiri kehadiran, kalupun pulang lebih awal tentunya harus kembali ke sekolah. Memang ada selfi yang asyik untuk berswa foto tapi selfi yang satu itu terkadang sesuatu gitu.
Mewarnai ramadhan sudah seharusnya dengan kegiatan positif karena bulan ramadhan memiliki tiga keutamaan seperti hadis nabi Muhammad saw yang artinya “Ramadhan, awalnya rahmah, tengah-tengahnya maghfirah & akhirnya adalah pembebasan dari neraka”. Tentunya yang akan mendapatkan tiga keutamaan tersebut adalah orang orang yang mendapatkan berkah Allah swt melalui kesungguhan dalam menjalankan segala ibadah dibulan puasa. Mudah mudahan kita mendapatkannya.

Senin, 20 Mei 2019

Ucapan Selamat Peserta PIT6 TP2G PGRI Kab. Lumajang

foto: Bersama Bapak Sunar, S.Pd. dari SMPN 3 Yosowilangun

Selamat yaa Ohan Supriatna.... kamu sekarang mulai belajar ngeblog lagi. 
tentunya diucapkan terima kasih yang sedalam dalamnya kepada PGRI Kabupten melaui TP2G yang telah menseleksi peserta untuk ikut serta dalam pelatihan pembelajaran berbasis web dan kamu salah satunya dari 40 orang peserta tersebut.
terus belajar berkarya melalui tulisan yang membawa manfaat khususnya bagi peserta didik. gunakan blog ini sebagai media belajar bagi kamu dan pembelajaran bagi peserta didik kamu Ohan... silahkan ikuti pelatihannya dan laksanakan tugas tugasnya..... insyaAllah manfaat akan kamu petik bila dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan amanah.... selamat belajar dan selamat menunaikan ibadah puasa 1440 H




SMK PGRI Lumajang
Sabtu, 18 Mei 2019

salam dari saya 
yang selalu menyertai jiwa kamu  

Sabtu, 18 Mei 2019

Tugas 3 : Puasa Para Nabi



Menurut ibnu katsir Nabi Adam as berpuasa selama tiga hari setiap bulan. Nabi Nuh as berpuasa ketika berada diatas perrahu ketika Allah swt mengazab umatnya dengan banjir bandang dan menenggelamkan mereka termasuk istri dan anaknya, Nabi Ibrahim as berpuasa ketika dilempar oleh raja Namrud kedalam api yang menyala nyala, Nabi Daud as berpuasa secara bergantian antara satu hari dengan hari berikutnya (puasa sehari lalu sehari berikutnya tidak berpuasa dan seterusnya sepanjang tahun). Nabi Yusuf as berpuasa ketika dalam tahanan karena fitnah, Nabi Yunus as berpuasa selama berada diperut ikan paus, Nabi Ayub as berpuasa ketika mendapat berbagai musibah menimpanya, mulai dari habis hartanya, anak-anaknya meninggal sampai penyakit kulit, namun dalam sakit kulit itu Nabi Ayub as memohon agar menyisakan hatinya untuk digunakan mendekatkan diri kepada Allah swt. Begitu pula nabi Musa as, beliau berpuasa selama tiga bulan dalam setahun. Dan terakhir masa umat Nabi Muhammad saw diperintah berpuasa selama bulan ramadhan penuh. Atas dasar itulah mengapa kita berpuasa dibulan Ramadhan saat ini. Sekaligus menjelaskan firman Allah swt dalam Q.S. al Baqoroh ayat 183

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ 
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. 
Pada ayat tersebut orang islam yang beriman diperintah berpuasa seperti umat terdahulu untuk mencapai derajat takwa. Hanya saja umat nabi terdahulu tidak sebanyak umat Nabi Muhammad saw. Oleh karena puasa itu sebuah perjuangan dengan nilai ibadah tinggi bahkan dalam sebuah hadis disebutkan sebagai berikut:
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151).


Tompokersan, 19 Mei 2019
10.18

TUGAS 1 : TIGA DIMENSI GURU



Sambutan Ketua PGRI Kab. Lumajang

Mewarnai Ramadhan 1440 H yang penuh berkah PGRI Kabupaten Lumajang mengadakan Pelatihan berbasis Informasi dan Teknologi sebagai upaya perjuangan PGRI untuk meningkatkan mutu guru. Sudah bukan rahasia lagi bahwa guru adalah ujungtombak kemajuan sebuah bangsa, bangsa memiliki masa depan cerah ketika para guru memperlakukan generasi generasi penerus bangsa dengan penuh amanah dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indoensia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Bung Karno pernah berkata “Seribu orang tua hanya bisa bermimpi, tapi seorang pemuda mampu mengubah dunia!”. Guru adalah salah satu cambuk untuk mengasah pemuda pemudi yang memiliki mimpi yang kiranya dapat mengubah dunia. Dimanakah mereka diasah, dimanakah mereka ditempa, dimanakah mereka dididik, dilatih dan didewasakan? Tentunya dilembaga lembaga seperti sekolah yang ada gurunya dengan semangat juang, semangat berkreasi dan berinovasi guna melahirkan penerus pejuang bangsa.

Sejalan dengan itu sambutan ketua PGRI Kabupaten Lumajang Bapak H Winadi, S.Pd., M.Pd. yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang memberikan motivasi yang luar biasa yaitu dengan tiga dimensi bagi guru, yaitu; Pertama, guru harus mendidik dengan hati. Bagaimana bisa menciptakan generasi berakhlakul karimah sementara guru tidak melibatkan hatinya untuk menyentuh peserta didik menjadi orang mulia, sebagaimana hadis nabi Muhammad SAW “….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam Al-Bukhari). Kedua, guru harus mengembangkan pola pikir secara cerdas. Tentunya menjadi guru harus mengetahui keadaan psikologi peserta didik bahkan harus berupaya menyelami jiwa mereka supaya tujuan pembelajaran dapat tercapai, bukan berarti guru maunya sendiri tanpa menghiraukan situasi dan kondisi pembelajaran. Karena belajar bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran tetapi juga mengembangkan pola berpikir supaya kelak dapat menghadapi jamannya. Ketiga, guru harus memanfaatkan teknologi. pada era digital dengan pesatnya perkembangan teknologi guru tidak bisa mempertahankan model lama yang konvensional, disamping tidak akan menarik peserta didik dalam belajar juga bisa jadi akan ditinggalkan. Untuk mengantisipasi itu maka guru harus berupaya memanfaatkan teknologi dalam sebuah pembelajaran. Misalnya menggunakan blog untuk pembuatan soal latihan, atau tugas lain yang relevan, peserta didik dapat memanfaatkan android untuk mengerjakan tugas tersebut. Nah, disitu dampak positif yang diperoleh peserta didik tidak hanya mampu mengerjakan tugas secara online tetapi secara tidak langsung mengabarkan bahwa HP dapat digunakan untuk menggali ilmu pengetahuan dan mengembangkannya bukan chatt, facebook, atau instagram an sich untuk tampil eksis tetapi pada perkembangan teknologi itu ada manfaat yang dapat dipetik. walaupun demikian tetap penanaman nilai nilai moralitas peran guru sangat penting, jangan karena berkembangnya teknologi informasi lalu kemudian guru berpangku tangan bahkan mengadal-utamakan teknologi.



Sabtu 18/5/2019 20.58
Jln. Brigjend Katamso RT. 02 RW 29
Tompokersan