Kamis, 23 Mei 2019

BUKA BERSAMA KELUARGA BESAR SMPN 1 SUKODONO





Pagi itu kami bertiga sedang asyik ngobrol sebagai kritik social atas beberapa peristiwa yang terjadi setelah pemilu dan sedikit diselingi pertanyaan pertanyaan persiapan mudik dan perjalanan mudik,. Iya, karena saya orang Sumedang Jawa Barat jauh dari Lumajang. Dari pintu kami bertiga saya (ohan) Bapak Priwoko dan Bapak Agus selaku wakasek dipanggil diajak bincang perihal buka bersama yang akan dilakukan di sekolah, padahal waktunya kurang sehari, waktu itu masih hari Rabu dan dilaksanakan Kamis esok harinya. Akhirnya kami tidak berdiskusi panjang lebar supaya tidak meluas maka langsung ke pokok persoalan yang dibutuhkan untuk acara bukber tersebut. Mulai dari isi acara dan persiapan. Kebetulan saya mendapat tugas mencari penceramah bersama Bapak Priwoko. Tidak lama kami sudah dapat penceramah yaitu K.H. Satuyar Mufid.
Isi tausiyah menjelang buka puasa berisi nasihat nasihat penting bagi guru. Guru di sekolah
itu secara moral harus menjadi suri tauladan baik bagi murid muridanya yaitu harus bisa ditiru sikap baiknya dan dan didengar nasihat nasihatnya. Guru bukan untuk memintarkan anaknya orang lain karena yang menyebabkan seseorang pintar itu adalah kehendak Allah swt. Karena tidak sediikit yang orang tuanya guru tetapi anaknya tidak pintar, berarti guru bukan untuk memintarkan siswa. Seperti halnya dokter, bukanlah dokter yang menjadi orang sakit menjadi sehat, karena tidak sedikit dokter yang juga sakit, tetapi tetap membantu mengobati dan memberikan petunjuk obat kepada pasiennya. Hal kesembuhan itu urusan Allah swt. Jadi dalam kehidupan ini yang paling  tahu adalah Allah swt. Yang paling kuat dan berdaya adalah Allah swt kita ini hanya sekedar menjalankan scenario Allah swt melalui ikhtiar. Contohnya puasa, puasa itu merupakan sebuah proses. Lishoimi farhataini, bagi orang berpuasa itu ada dua kebahagiaan; yang pertama ketika berbuka puasa, setelah sehari menahan diri dari haus dan lapar lalu adzan maghrib berkumandang kita diperbolehkan minum makan dan lain lain, itu menjadi suatu kebahagiaan tersendiri. Dan kedua adalah ilqo ul robihi, bertemu dengan Tuhannya (Allah swt). Demikian sekelumit isi tausiyahnya.
Setalah itu dilanjutkan santunan kepada karyawan SMPN 1 Sukodono, buka makan takzil dan sholat maghrib berjama’ah lalu makan bersama. Begitu guyub rukun dan khidmat mengikuti acara tersebut, mudah mudahan acara baik semacam itu dapat rutin dilaksanakan tidak harus mewah tetapi cukup pantas dan terasa kebersamaannya. Alhamdulillah.